The Last Song


I just love how Liam Hemsworth looks in this movie.
He's just... plain cool, natural, handsome, oh, beautiful instead.

Love the dress, Miles!

I've been reading the novel for weeks, months actually. But not continuously, because
my mood's been a rollercoaster. That's why I haven't finished it yet.

The story is brilliant. I really love the pictures, and the editing. Reminds me of the movie Dear John. I've always loved this kind of movie. The one that leaves you in silent, with your eyes filled with tears. I was actually going to cry but I held it, I'm still fasting. I'm not sure but some says you'll fail the fasting if you cry.

Seriously, this kind of guy is just what we girls need most.

Stay thoughtful, Will :-)

Nic :*

Hi again! So I've just finished watching Gie on youtube... I know, that sucks. (so who's willing to lend me the DVD??)

All I can say is Nicholas Saputra is the perfect cast for Gie's role!! Course! No doubt. Who else?! Doh! OK. Sorry for the inconvenience.



BUT HE IS!!!! OK stop.



And I love his words... And poems... Trust me, every poem Nico reads isn't cheesy at all. You can italic and bold that statement so it becomes this: every poem Nico reads isn't cheesy at all!

I started marking the quotes from this scene,


Ira: Gie, soal kemarin malam
Gie: Kemarin malam? Kenapa? Ada yang salah ya?
Ira: Em, nggak. Saya cuma mau bilang, kamu baik sekali. *left*


Ira itu sahabat gue. Dan gue hormat sama dia. Jangan disamain sama yang beginian.
-Gie to Maulana


Maulana: Gie sori Gie.. Sori lah..... Sori ya...
Gie and others: *laughed out loud*


Gie: Intinya, kita tidak boleh menerima nasib buruk, dan menganggapnya sebagai jalan hidup yang telah ditentukan bagi kita. Pasrah menerimanya sebagai kutukan. Kalau kita ingin bebas, kita harus belajar terbang.
Herman: *ngorok*
Gie: WOI sialan lo. Bangun!
GIRLS!! You have to see his face, I was like OMG!


Saya suka sekali melihat hujan. Hmm, membaui hujan. Kamu, Gie?
-Sinta

Sinta: Gie, kamu rikuh ya kalau berduaan sama saya begini?
Gie: Hah?
Sinta: Iya, kalau kamu lagi berduaan sama saya gini rikuh gak? Perasaan kamu gimana?
....
Sinta: Gie?
Gie: Hah? Kamu ngomong apa tadi?
*kissed*




Memang Ira masih disini, menjadi asisten dosen Sejarah Indonesia. Tapi kami masih rikuh untuk bicara. Tentu kamu mengerti sebabnya.
-Gie to Herman, on his mail.
(Herman was in Papua doing some research.)


"Lebih baik saya diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan."
-Soe Hok Gie

ORPHAN: SHOOOOOOOOOT!!!!



gak enak tuh muke


Parah, gue baru nonton Orphan nih di DVD yang dibeli nyokap gue.

Di covernya ada review "The Best Ever Movie"
Gue: "hmm"

EH BENER AJE LO GUE HISTERIS NONTONNYA.

I know, I know, review yang sangaaaaaat terlambat, kawan. Just in case you want to know what I think about it....

So, here it goes.

Scene pertamanya, ada ibu 2 anak yang lagi hamil (Kate) berdua sama suaminya ke hospital gitu kan. Terus dia kayak udah kesakitan gitu deh, akhirnya dibawa ke ruang operasi, sementara suaminya daftar-daftar gitu. Btw, anaknya itu mau dikasih nama Jessica. Eh di ruang operasi, gile juga tuh dokter-dokternya. GAK DIBIUS ANYING BUSET DAHHHHH! Jadi anaknya kan udah mati di perut tuh, eh main diambil aja buset gile benerrr aje gile. Suaminya? Ada lagi, dia megang handycam aja loh. Yak, handycam saudara-saudara!

Ternyata, dia bermimpi.....

Eh terus dia jemput anaknya yang bungsu yang bernama Max. My first impression of her was: Gosh she's such a cutie! Emang bener, cute abes. Tapi kasian, dia bisu dan was born almost deaf :(

Pas mau tidur kan Max minta dibacain cerita. Eh ceritanya itu sama banget sama cerita hidupnya Kate. Tentang anak meninggal gitu. Terus ada kata-kata yang kira-kira "I'm glad to know she's going to heaven". Max nanya pake bahasa isyarat, "Is Jessica an angel now?" Aww it's so touching.

Akhirnya Kate sama John mau ngadopsi anak gitu. Gak sengaja John ketemu sama si anak gila, Esther. JENG JENG JENG JENG!!! Setelah beberapa minggu, Esther dijemput dan dibawa ke rumah mereka.

Yang gue gak habis pikir ya, sumpah Esther liciknya parah banget! Gila, bayangkan dia nutup-nutupin kejahatan dia by using Max and Daniel (anak yang paling tua). Yang kasian itu, Daniel ditinggal di rumah pohon yang kebakar, oh iya Esther juga ngegepok burung yang sakit pake batu!!! Terus yang Max ditinggal di mobil dan remnya dipindahin itu juga ngeselin parah.

Terus akhirnya gara-gara Daniel jatuh dari treehouse, dia dirawat di RS gitu. Eh dibunuh aja loh sama Esther! Sumpe kesel gua.

Esther juga ternyata adalah tante-tante gila berumur 33 tahun (lahir tahun 76) dengan mental disorder dari somethin institute gitu deh. She suffers Dwarfism a.k.a cebol, waw. Kasian deh lu.

Yang jijik juga, dia suka sama babanye sendiri. Yaitu John, Kate's husband. Hahhhh setres juga nih film. Pake dandan anak punk gitu lagi, ckckck.

Yang paling seru adalahhhh scene-scene setelah Esther nangis abis ditolak sama John. Yes people, you'll have to watch those by yourself. I. can't. even. find. the. good. words. to. describe.

Abis nonton nih ye, gue langsung ke toilet. Pas gue mau ngeluarin DVD nya dari player, gue parno abieshhhh! Ga mau ke open, terus dia auto play gitu kan. Muncul title menu dengan gambar Esther yang segede gaban depan muka gua dan backsound yang seremnya anying-anyingan itu!!! Gue panik abis man parah huahahahaha konyol juga kalo diinget-inget.

Udah sih itu aja, serem deh pokonya. Yang jelas, ORPHAN KEREN PARAH.


Still fearful,
F

Powered By Blogger

Proudly powered by Blogger
Theme: Esquire by Matthew Buchanan.
Converted by LiteThemes.com.